Berebut Sayap Seekor Nyamuk

Sungguh berhargakah sayap seekor nyamuk…? Sampai-sampai banyak orang yang memperebutkannya.

Anggap saja sekarang saya mempunyai sebuah sayap nyamuk yang bagus dan masih utuh. Dengan modal sebuah sayap nyamuk saya akan menawarkannya pada teman-teman semua, saya harap teman-teman mau membelinya.

Untuk penawaran pertama saya jual dengan harga 20 ribu, apakah ada yang berminat untuk membelinya? …… ternyata tidak ada.

Baiklah kalau begitu saya turunkan harganya menjadi 10 ribu, ada yang berminat?……. masih juga tidak ada.

Saya turunkan lagi harganya menjadi 2 ribu?……. tidak ada yang mau membeli.

Terpaksa saya jual dengan harga paling rendah yaitu seribu rupiah?…..ternyata tetap saja tidak ada yang mau membeli.

Wajar jika diantara teman-teman semua tidak ada yang mau membeli sebuah sayap nyamuk walau dengan harga murah, karena apa keistimewaan dan manfaat dari sebuah ekor nyamuk bagi teman-teman…?

Namun jangan salah! Didunia ini ternyata ada segolongan orang yang saling memperebutkan sayap seekor nyamuk.

Tentu saja sayap seekor nyamuk disini mengandung arti kiasan, seperti yang dijelaskan dalam sebuah hadist…

Rasulullah pernah bersabda:

لَوْ كَانَتِ الدُّنْيَا تَعْدِلُ عِنْدَ اللهِ جَنَاحَ بَعُوضَةٍ مَا سَقَى كَافِرًا مِنْهَا شَرْبَةَ مَاءٍ

“Seandainya dunia punya nilai di sisi Allah walau hanya menyamai nilai sebelah sayap nyamuk, niscaya Allah tidak akan memberi minum kepada orang kafir seteguk airpun.”

(HR. At-Tirmidzi no. 2320, dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albani  dalam Ash-Shahihah no. 686)

Sungguh Allah telah menghinakan dunia yang hanya menyamakannya dengan sebelah sayap seekor nyamuk. Akankah kita masih mencari-cari atau bahkan tenggelam dalam kesenangan dan keindahan dunia? semua tidak ada artinya, sama seperti harga sebelah sayap  seekor nyamuk.

Namun pada kenyataannya masih ada segolongan manusia yang susah payah saling memperebutkan sebelah sayap seekor nyamuk, mereka  yang diantaranya adalah;

1. Orang- orang yang saling berebut warisan. Orang-orang seperti ini  biasanya akan dengan mudah mengorbankan tali silaturahmi diantara saudaranya yang berarti mereka pun telah berani mengorbankan Surga.

2. Orang – orang yang mengejar kursi panas atau jabatan dengan mengorbankan prinsip-prinsip Islam seperti mendatangi dukun, melakukan black campaign ataupun menyogok demi tercapainya tujuan untuk mendapatkan jabatan di dunia.

3. Orang-orang yang mengorbankan prinsip-prinsip agama demi mendapatkan kedudukan sosial di masyarakat.

Dari ketiga contoh diatas, apakah kita termasuk kedalamnya? Apakah ternyata kita adalah golongan orang-orang yang berebut sayap seekor nyamuk?

Semoga Allah SWT selalu berkenan menghindarkan kita semua dari hal yang sangat menghinakan tersebut. Wallahu’alam bishawab

*******

Resume kajian Ust. Adullah Zaen

-picture from Flickr

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s